Jumat, 25 November 2011

INDUSTRI


  •      MASALAH LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN INDUSTRI

Pertambahan penduduk yang cepat mempunyai implikasi pada berbagai bidang. Bertambahnya penduduk yang cepat ini mengakibatkan tekanan pada sektor penyediaan fasilitas tenaga kerja yang tidak mungkin ditampung dari sektor pertanian. Maka untuk perluasaan kesempatan kerja, sektor industri perlu ditingkatkan baik secara kualitas maupun kuantitas. Peningkatan secara bertahap di berbagai bidang industri akan menyebabkan secara berangsur-angsur tidak akan lagi tergantung kepada hasil produksi luar negeri dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Walaupun telah digariskan oleh pemerintah bahwa dalam peningkatan pembangunan industri hendaknya jangan sampai membawa akibat rusaknya lingkungan hidup, dalam kenyataannya yang lebih banyak diperhatikan dalam penderian industri sekarang adalah keuntungan-keuntungan dari hasil produksinya. Sedikit sekali perhatian terhadap masalah lingkungan, sehingga pendirian industri tersebut mengakibatkan pencemaran lingkungan oleh hasil buangannya yang kadang-kadang diabaikan.
Oleh karena itu perlu adanya perencanaan yang matang pada setiap pembangunan industri agar dapat diperhitungkan sebelumnya segala pengaruh aktivitas pembangunan industri tersebut terhadap lingkungan yang lebih luas. Dalam mengambil keputusan pendirian sesuatu perindustrian, selain keuntungan yang akan diperoleh harus pula secara hati-hati dipertimbangkan kelestarian lingkungan. Di bawah ini beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembangunan proyek industri terhadap lingkungan sekitarnya ;
1. Evaluasi pengaruh sosial ekonomi dan ekologi baik secara umum maupun khusus.
2. Penelitian dan pengawasan lingkungan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Dari sini akan didapatkan informasi mengenai jenis perindustrian yang cocok dan menguntungkan.
3. Survey mengenai pengaruh-pengaruh yang mungkin timbul pada lingkungan.
4. Berdasarkan petunjuk-petunjuk ekologi dibuat formulasi mengenai kriteria analisa biaya, keuntungan proyek, rancangan bentuk proyek dan pengelolaan proyek.
5. Bila penduduk setempat terpaksa mendapat pengaruh negatif dari pembangunan proyek industri ini, maka buatlah pembangunan alternatif atau dicarikan jalan untuk kompensasi kerugian sepenuhnya.
Industrialisasi adalah pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi atau setengah jadi. Dan dalam pelaksanaannya mulai dari bahan baku, proses pengolahan maupun hasil akhir yang berupa hasil produksi dan hasil buangannya (sampah) banyak di antaranya terdiri dari bahan-bahan yang dapat mencemari lingkungan seperti bahan logam, bahan organis, bahan korosif, bahan-bahan gas dan lain-lain bahan yang berbahaya baik untuk pekerja maupun masyarakat di sekitar proyek industri tersebut. Mengingat bahaya pencemaran lingkungan pada proyek-proyek industri yang bisa meracuni para pekerja atau orang-orang di sekitarnya, maka di sini akan dibicarakan berbagai jenis keracunan oleh bahan-bahan tersebut.

  •     KERACUNAN BAHA LOGAM/METALOID PADA INDUSTRIALISASI

Racun-racun logam/metaloid beserta persenyawaan-persenyawaannya yang sering terjadi pada industrialisasi adalah yang berasal dari timah hitam, air raksa, arsen, chromium, berrylium, cadmium, vanadium dan fosfor. Di samping racun-racun tersebut di atas terdapat pula bahan-bahan logam/metaloid lainnya, tetapi tidak begitu banyak dipergunakan dalm perindustrian dan tidak begitu beracun. Seperti misalnya perak yang berhasil masuk tubuh bisa menyebabkan argyria, tanpa menimbulkan gejala keracunan yang membahayakan kesehatan.
Gejala keracunan yang ditimbulakan oleh zat-zat tadi tidaklah sama. Hal ini tergantung dari persenyawaan kimianya, keadaan wujud fisiknya (padat, cair atau gas), valensi ikatannya, dan cara masuknya ke dalam tubuh.
Beberapa contoh keracunan logam/metaloid:

1. Keracunan oleh timah hitam.
Keracunan oleh timah hitam ini terjadi dalam dua bentuk;
·         Keracunan oleh timah hitam dan persenyawaan-persenyawaan anorganisnya, seperti “putih timah hitam”
·         Keracunan karena pengolahan persenyawawaan-persenyawaan organis hitam, seperti TEL (tetra-etil-timah).
Bentuk keracunan oleh keduanya adalah tidak sama baik sifat maupun gejalanya, keracunan oleh timah hitam dan persenyawaan-persenyawaan organisnya bersifat kronis gejala-gejalanya antara lain kolik usus, anemia/kekurangan darah. Keracunan oleh TEL biasanya mendadak dengan gejala insomnia, kekaucaun pikiran, delirium dan mania. Keracunan oleh timah hitam dan persenyawaan anorganinya banyak terjadi di pabrik accu, di percetakan-percetakan, pada pekerjaan mengecat dengan bahan cair dari persenyawaan timah hitam, pada pekerjaan mengzlazuur glas, pada pembuatan kawat listrik dan lain-lain.

2. Keracunan air raksa (Hg)
Bentuk keracunan air raksa ini dapat terjadi :
·         Akibat air raksa cair atau uapnya.
·         Akibat kontak kulit dengan persenyawaan Hg-fulmitat.
·         Persenyawaan air raksa organis.
Keracunan ini bisa terjadi di tambang air raksa dan di pabrik-pabrik yang mengubah biji besi menjadi logam murninya, proses pemisahan emas dan perak dari bijinya dengan menggunakan amalgam, pembuatan lampu listrik berisi uap Hg dan lain sebagainya.



3. Keracunan Arsen
Gejala yang tibul pada keracunan arsen tidak sama, tergantung kepada jenis persenyawaannya. Bila :
·         Menghirup atau kontak dengan debu persenyawaan arsen anorganik gejalanya setempat akibat terjadinya rangsanganpada kulit atau selaput lendir.
·         Menghisap persenyawaan-persenyawaan arsen dan zat cair bisa mengakibatkan hancurnya sel-sel sehingga bisa menimbulkan kekurangan darah.
·         Kontak dengan persenyawaan-persenyawaan arsen organik bisa berakibat lokal atau sistematik pada tubuh.
Keracunan arsen banyak ditemukan pada industri yang menggunakan arsen sebagai bahan baku, misal pada pembuatan racun serangga, racun tikus, racun tanaman dan racun jamur.

4. Keracunan fosfor

Yang beracun terutama adalah fosfor putih. Dan ini banyak dipergunakan sebagai bahan pembuatan racun tikus, racun serangga, pembuatan pupuk, pembuatan mercon dan kembang api. Akibat keracunan fosfor sangat kompleks bisa menimbulkan kerusakan pada hati, ginjal, tulang, saluran pencernaan, perdarahan-perdarahan dan bila terhrup ke paru-paru bisa menimbulkan oedema dan kerusakan paru.


Untuk power pointnya klik "disini"




Kesimpulan :
Dari video di atas dapat saya simpulkan bahwa sungai-sungai yang berada di kawasan industri bisa disebut kurang sehat karena sungai itu sudah tercemar oleh limbah industri. Banyak industri-industri yang tidak peduli terhadap lingkungannya. Orang-orang pada mencari keuntungan dari industrinya tersebut jarang sekali ada yang peduli terhadap lingkungannya. Dari artikel di atas dapat disimpulkan bahwa pemerintah bahwa dalam peningkatan pembangunan industri hendaknya jangan sampai membawa akibat rusaknya lingkungan hidup, dalam kenyataannya yang lebih banyak diperhatikan dalam penderian industri sekarang adalah keuntungan-keuntungan dari hasil produksinya. Sedikit sekali perhatian terhadap masalah lingkungan, sehingga pendirian industri tersebut mengakibatkan pencemaran lingkungan oleh hasil buangannya yang kadang-kadang diabaikan. Oleh karena itu perlu adanya perencanaan yang matang pada setiap pembangunan industri agar dapat diperhitungkan sebelumnya segala pengaruh aktivitas pembangunan industri tersebut terhadap lingkungan yang lebih luas. Dalam mengambil keputusan pendirian sesuatu perindustrian, selain keuntungan yang akan diperoleh harus pula secara hati-hati dipertimbangkan kelestarian lingkungan. Saya berharap kepada pemerintah untuk segera menghentikan pabrik industri yang seenaknya yang membuang limbah industri di sungai-sungai jarang sekali ada yang peduli terhadap lingkungannya.


Sumber :

Santoso,Budi,1999,"Ilmu Lingkungan Industri",Universitas Gunadarma,Jakarta Pusat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar