Minggu, 15 April 2012

BBM


JAKARTA, suaramerdeka.com - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah menilai, pemerintah seharusnya menyelesaikan masalah politik anggaran dengan DPR terlebih dulu, sebelum menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
"Harus ada penyelesaian politik anggaran lebih dulu, baru pemerintah bisa menaikkan harga BBM bersubsidi," kata Firmanzah di Depok, Kamis (22/3).
Menurut dia, sesuai UU APBN 2012, Pasal 7 ayat 6, harga jual eceran BBM bersubsidi tak dinaikkan. Sebab itu pemerintah harus merevisi UU itu sebelum menaikkan harga BBM bersubsidi.
"Ini berarti harus mendapat persetujuan DPR sebelum menaikkan harga BBM bersubsidi. Kalau tidak, pemerintah melanggar UU," jelas dia.
Firmanzah mengatakan, dalam UU APBN 2011 ataupun 2010 tak ada klausul yang menyebutkan harga eceran BBM bersubsidi tidak dinaikkan.
Pada pasal 7 ayat 4 menyebutkan dalam hal perkiraan harga rata-rata minyak mentah Indonesia Crude Price (ICP) dalam satu tahun mengalami kenaikan 10 persen maka pemerintah diberikan kewenangan untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi. "Jadi pemerintah mempunyai kewenangan untuk menaikkan harga," katanya.
Ia menyatakan dengan adanya perbedaan klausul tersebut sudah menegaskan masalah BBM sudah jadi persoalan politik anggaran. Menurut dia, apakah BBM bersubsidi bisa dinaikkan pada 1 April 2012 ini, tergantung mekanisme tata negara dalam melakukan revisi UU APBN 2012.
Jika tak ada kesepakatan maka kenaikkan BBM bersubsidi maka harus dibatalkan, karena jika dinaikkan maka pemerintah telah melanggar UU.
Menurut saya walaupun BBM tidak jadi naik tetapi harga kebutuhan pokok jangan ikutan naik kan BBM tidak jadi naik, kasihan sama rakyat yang hidupnya kurang kecukupan atau pas-pas-an. Jika mau BBM di naikkan perbaiki dulu ekonomi di INDONESIA, jangan yang pangkatnya tinggi maka gajinya tinggi juga kalau bisa yang pangkatnya rendah di naikkan sehingga seandainya BBM di naikkan masyarakat kalangan menengah maupun ke bawah tidak protes akan keputusan tersebut

Sumber :

Rabu, 04 Januari 2012

kebiasaan remaja saat ini


Remaja sering gagal membuat prioritas kebugaran dan kesehatan setelah meninggalkan rumah dan tinggal di kota lain untuk kuliah. Kehidupan sehari-hari seperti makan dengan diet seimbang dan olahraga yang cukup sering tidak dipenuhi.

Apalagi kebanyakan remaja ketika memasuki kehidupan mahasiswa seringkali meninggalkan rumah dan menjadi anak kos. Di mana kehidupan anak kos identik dengan gaya hidup yang kurang teratur dan kurang sehat. Anak kos seringkali tidak memenuhi kebutuhan asupan makanan sehat dan olahraga.

"Remaja yang aktif secara fisik cenderung tetap aktif selama hidupnya. Transisi dari remaja akhir hingga masa dewasa awal merupakan penurunan paling dramatis dalam aktivitas fisik pada hampir seluruh kehidupan seseorang. Peningkatan aktivitas pada orang dewasa cukup penting. Masa tersebut adalah periode kritis di mana kita benar-benar dapat mengintervensi," kata Dr. Matthew Kwan, seorang peneliti di McMaster University, Ontario, Kanada seperti dilansir dari HealthNews, Rabu (4/1/2012).

Masa transisi dari remaja menuju awal dewasa secara signifikan membentuk kebiasaan hingga usia tua. Maka remaja yang aktif secara fisik cenderung akan tetap aktif selama hidupnya. Sehingga menjaga kebiasaan aktivitas fisik rutin adalah sangat penting.

Dengan olahraga rutin juga dapat memiliki beberapa manfaat seperti dikutip dari MayoClinic, antara lain:

1. Menjaga berat badan tetap dalam rentang normal.
2. Mencegah penyakit.
3. Meningkatkan mood.
4. Meningkatkan energi.
5. Mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik.

Sebuah studi terbaru telah dilakukan yang melibatkan 683 remaja Kanada dengan usia 12-15 tahun. Hasil penelitian tersebut menemukan bahwa, terjadi penurunan 24 persen dalam aktivitas fisik dari remaja ke dewasa awal. Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan penurunan signifikan antara remaja laki-laki yang memasuki universitas atau perguruan tinggi.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine. Penurunan aktivitas fisik juga biasanya bersamaan dengan perilaku berisiko lainnya, seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

"Ketika memasuki kehidupan universitas, seringkali mahasiswa melupakan kebutuhan olahraga. Perempuan, yang kurang aktif secara fisik saat menjadi mahasiswa, hanya menunjukkan penurunan sederhana dalam aktivitas fisik. Hal tersebut mungkin karena perempuan mengalami penurunan terbesar dalam aktivitas fisik sebelumnya masa remaja," kata Dr. Kwan.

Sumber : http://www.detikhealth.com/read/2012/01/04/144321/1806600/1301/mahasiswa-sering-melupakan-kebutuhan-olahraga