Senin, 16 Juni 2014

Internet

1.      Internet Protocol (IP)
Internet Protocol berada pada layer Internetwork atau Internet. IP merupakan kunci dari jaringan TCP/IP, agar dapat berjalan dengan baik maka semua aplikasi jaringan TCP/IP bertumpu kepada Internet Protocol.
IP adalah protocol yang mengatur bagaimana suatu data dapat dikenal dan dikirim dari satu komputer ke komputer lain. IP bersifat connectionless protocol. Ini berarti IP tidak melakukan error detection dan error recovery. IP tidak dapat melakukan handshake (pertukaran kontrol informasi) saat membangun sebuah koneksi, sebelum data dikirim. Padahal handshake merupakan salah satu syarat agar sebuah koneksi baru dapat terjadi. Dengan demikian, IP bergantung pada layer lainnya untuk melakukan handshake.
IP memiliki lima fungsi utama, yaitu:
·         Mendefinisikan paket yang menjadi unit satuan terkecil pada transmisi data di Internet.
·         Memindahkan data antara Transport Layer dan Network Interface Layer.
·         Mendefinisikan skema pengalamatan Internet atau IP address.
·         Menentukan routing paket.
·         Melakukan fragmentasi dan penyusunan ulang paket.

1.1.IPv4 Address
Saat ini banyak digunakan protokol IP versi 4. Sehingga IP address-nya pun sering disebut sebagai IP address versi 4. Setiap komputer yang ingin bergabung dengan internet harus memiliki suatu alamat yang unik. Alamat ini berbeda dengan MAC address yang terdapat pada ethernet card atau NIC lainnya. Inilah yang disebut dengan IP address atau alamat IP.
IP address adalah sekumpulan bilangan biner sepanjang 32 bit, yang dibagi atas 4 segmen dan setiap segmen terdiri atas 8 bit. IP address merupakan identifikasi setiap host pada jaringan internet. Secara teori, tidak boleh ada dua host atau lebih yang tergabung ke internet menggunakan IP address yang sama. Hal ini tidak sepenuhnya benar karena kasus-kasus ”pencurian” IP address seringkali terjadi.
Untuk memudahkan pembacaan dan penulisan, IP address telah direpresentasikan dalam bilangan desimal yang dipisahkan oleh titik atau disebut dotted-decimal format. Nilai desimal dari IP address inilah yang dikenal dalam pemakaian sehari-hari. Apabila setiap segmen dikonversikan ke bilangan desimal berarti nilai yang mungkin antara 0 hingga 255.

2.      Jaringan
Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas beberapa komputer yang didesain sedemikian rupa sebagaimana tujuan utamanya yakni untuk dapat berbagi sumber daya (CPU, printer), berkomunikasi (pesan instan, surel), dan dapat mengakses informasi (situs web). Sementara menurut pembagiannya, jaringan komputer dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni jaringan terdistribusi dan jaringan tersentralisasi.
Jaringan terdistribusi adalah jaringan komputer yang cara kerjanya dilakukan oleh semua perangkat komputer di dalamnya. Ini berarti tidak ada perbedaan antara server dengan client. Sedangkan jaringan tersentralisasi adalah jaringan komputer yang cara kerjanya berbeda baik itu server maupun client. Pemusatan jaringan komputer tersentralisasi adalah pada komputer server.

2.1.Manfaat Jaringan
Manfaat Jaringan adalah sebagai berikut :
·         Menjadikan sistem komputer menjadi lebih muda dioperasikan dan fleksibel.
·         Banyak aplikasi pendukung yang dapat menjalankan di berbagai macam komputer.
·         Tidak menjadikan ketergantungan terhadap satu jenis komputer (sehingga jenis komputer lain bisa dikoordinasikan secara bersamaan).
·         Reabilitas tinggi dan dapat membagi sumber daya.
·         Memperluas pendayagunaan sistem operasi.
·         Memperluas kemudahan sistem operasi.
·         Memperluas kemudahan berkomunikasi.
·         Memudahkan kecepatan mengakses informasi.

3.      Internet
interconnection-networking, merupakan sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Manakala Internet (huruf ‘I’ besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.
Sedangkan pengertian internet menurut segi ilmu pengetahuan, internet adalah sebuah perpustakaan besar yang didalamnya terdapat jutaan (bahkan milyaran) informasi atau data yang dapat berupa teks, grafik, audio maupun animasi dan lain lain dalam bentuk media elektronik. Semua orang bisa berkunjung ke perpustakaan tersebut kapan saja serta dari mana saja, jika dilihat dari segi komunikasi, internet adalah sarana yang sangat efektif dan efesien untuk melakukan pertukaran informasi jarak jauh maupun jarak dekat, seperti di dalam lingkungan perkantoran, tempat pendidikan, atapun instansi terkait.
3.1.Sejarah Internet
Pada awalnya internet adalah suatu jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Amerika Serikat pada awal tahun 60 an, pada waktu itu mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer berbasis UNIX bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Dulunya internet dikenal sebagai suatu wadah bagi para peneliti untuk saling bertukar informasi yang kemudian dimanfaatkan oleh perusahaan komersil sebagai sarana bisnis mereka, dan pada saat ini pengguna internet tersebar di seluruh dunia telah mencapai jumlah lebih dari dua ratus lima puluh juta orang, dan jumlah itu masih akan terus bertambah lagi.
Bertambahnya jumlah pengguna akses internet tersebut memang sangat wajar sekali, saat ini internet bukan hanya digunakan sebagai sarana komunikasi atau pun sarana mencari informasi saja, tetapi juga telah digunakan sebagai sarana untuk mencari uang. Harga tarif akses internet pun saat ini juga telah lebih murah jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. dan pengguna akses internet pun bukan hanya orang yang berada di wilayah perkotaan saja, orang yang tinggal di pedesaan pun juga dapat mengakses internet.

Sumber :

Selasa, 10 Juni 2014

Bedah Paper Robot Sensor Cahaya (Light Detector Robot)

Paper yang berjudul “Robot Sensor Cahaya (Light Detector Robot)”  merupakan paper yang membahas tentang pengaplikasi robot pintar dengan menggunakan sensor LDR (Light Dependent Resistance). Yang dimaksud dengan robot pintar adalah robot yang dapat bekerja sendiri tanpa adanya yang mengendalikannya. Kebanyakan robot pintar menggunakan sensor yang telah didesain khusus untuk pergerakan robot tersebut. Robot Sensor Cahaya (Light Detector Robot) dirancang dengan menggunakan sensor LDR (Light Dependent Resistance) dan berbasiskan Mikrokontroler AT89S52. Cara kerja Robot Sensor Cahaya (LDR) :
·         Letakkan robot di tempat yang gelap.
·         Nyalakan switch (tombol) pada robot.
·         Berikan cahaya seperti misalnya senter pada robot dari beberapa posisi.
·         Bila  tidak  terdapat masalah  pada robot maka robot akan bergerak  sesuai arah datangnya cahaya.

Tujuan dari paper tersebut adalah menggerakan robot pintar ke ruangan yang tidak bisa terjangkau oleh manusia dengan mengandalkan sensor LDR (Light Dependent Resistance). Seperti contohnya ketika terjadinya reruntuhan akibat gempa bumi, dengan robot sensor cahaya bisa dipakai untuk melewati celah-celah sempit reruntuhan yang tidak bisa manusia jangkau untuk melihat apakah ada seseorang yang terjebak diantara reruntuhan tersebut.

Permasalahan utamanya adalah ketika robot sensor cahaya dipakai di reruntuhan ada dua kemungkinan yang menjadi masalah utamanya seperti di dalam reruntuhan tersebut tidak ada cahaya yang masuk sehingga menyebabkan robot pencari cahaya terdiam dan ketika robot sensor cahaya sedang menelusuri jalan tiba-tiba robot pintar terbalik karena jalanannya yang tidak rata yang mengakibatkan robot terbalik tidak bisa berjalan lagi walaupun terkena cahaya.

Sumber: http://papers.gunadarma.ac.id/index.php/computer/article/view/17960/17062